Menyambung Lagi Sayap yang Patah

Sebuah usaha sebagai lukisan malam yang sepi, setelah diam lama ia berdiri menghina segala arah. Cahaya putih di kesunyian malam kembali menegur hati dingin lelaki itu, ternyata cahaya itu adalah kesucian hati yang sedang meronta. Prinsipnya membawa dia ke dalam alam pemahaman masa lampau, bahwa dulu ia pernah berjanji untuk berdiri melawan arus. Kata yang setiap saat terasa menusuk hatinya dan segala hal yang bukan hasil dari mimpinya kemarin, membuat dirinya semakin bertambah dewasa meskipun banyak air mata yang berceceran. Aku hampir lupa mengatakan pada kalian bahwa ia bernama Amanah.


Dia adalah kesatria malam yang tak pernah peduli dengan keadaan, kerapuhannya pancarkan harapan besar dan tak pernah dimiliki orang banyak. Sosok ini selalu berada pada sisi lemah namun hatinya pantang menyerah. Keras kepala bukan berarti tidak baik menjadi manusia, keegoisan kadang perlu digunakan untuk bertahan atau melawan. Pernah suatu hari aku bermain bersama sosok Amanah di dalam mimpiku, sungguh ia adalah orang yang kenyang melahap kesendirian. Hingga pada saat senja tiba di ujung ufuk dan membuat suasana menjadi merah, karena merah dalam hitungan menit kami menjadi sama kemudian ia menghilang. "janganlah menyerah pada kebohongan, jangan pernah menjadi lemah karena sepi !!" ia mengatakan itu sebelum menghilang, ntah mengapa aku jadi terus mengingatnya.


Kini aku mengerti akan kelaparan jiwa ini, rasa yang tidak terkenyangi oleh suatu tindakan membuat aku semakin terkubur. Teman lama yang tak pernah menghargai baiknya dibuang bersama perubahan mereka, tentang wanita idiot itu aku juga tidak peduli dan tak akan pernah aku sesali. Sekarang revolusi sudah di depan mata, sekarang perubahan mulai dibentuk dari dasar-dasar ketidakpuasan hati. Karangan kata dibawah ini hadir sebagai pengganti jari tengah ku, terimakasih Amanah karena kau sudah mengajari ku. 

Katakanlah satu harapan/ Kenapa hidup tak bermakna/ katakanlah ini milik siapa/ Menanti satu kedamaian/ Setelah lelah ku berjalan/ semua hilang jadi sepi/ aku tak akan pernah percaya lagi/ selamat datang kepalsuan/ Kembali ku kencani bulan/ Ditengah semua bencana/ Dan aku berdiri pada bayang/ Tulisan tinta-tinta merah/ katakanlah satu harapan/ Kenapa hidup tak berwarna/ Setelah lelah ku berjalan/ Lupakan barisan keparat........


Tanyakanlah siapa singa siapa domba dan tanyakan seperti apa diri kita kemarin. fuck hypocrite..!!!
(Ku dapati inspirasi ini dari mata, telinga, hati, dan pikiran)

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Copyright (c) 2010 Antara Kita. Blogger Templates by Bloggermint
Distributed by: best blogger template of 2011free blog template 01 - photo folio | best vpn windows 8 best vpn hide ip