juni 2011.

Pertama aku selalu ingin berterimakasih kepada allah yang selalu menuntun orang seperti aku, namun pada literatur kali ini akan sangat berarti jika tidak ada yang membaca. Kecuali dia yang aku inginkan. Semoga kalian tidak lupa bahwa dimana semua masih indah ada di bulan sebelum Juni, dimana semua masih dalam satu barisan adalah sebelum bulan Juni. Dua sisi masing-masing saling betempur, begitulah aku yang ku gambarkan pada cermin. Semua ini bukan retorika tapi ini hanyalah catatan orang gila.

Kita semua tahu bahwa waktu itu tidak ada yang berputar mundur ke belakang, ntah mengapa aku tiada bisa menjadi tenang tanpa menulis kata. Mungkin karena sudah lama tidak ada yang mengajak aku berbicara atau mungkin semua sudah memliki mindset yang berbeda di tiap-tiap otak. Sudahlah aku tak akan memperdulikan semua itu. Yang terpenting yaitu bagaimana agar aku bisa bebas dari semua rasa bodohku.

Jujur aku jadi muak jika harus membicarakan tema yang sama, perihal aku kerap terpenjara, kalian yang sudah berubah atau kebahagiaan yang sering membuat aku iri hati. Menurut ku tiada salahnya untuk saat ini kita merubah arah perjuangan, memutar kemudi ke arah jalan baru dengan harapan seperti pada awalnya kita berdiri. Sudah cukup rasa hitam tumbuh subur di tanah kita, aku takut kelak suatu saat rasa tersebut menjadikan kita seperti Babi Buta.

seperti tempat kita yang begitu cepat tertidur ini membuat aku sangat muram, sebab tiada seorang pun yang dapat menjawab siapa sebenarnya aku. Ya... aku sudah kehilangan banyak sekali seperti fakir dan miskin, meski pun begitu aku lebih memilih untuk diam daripada merengek kepada awan yang sombong. Sedikit pelajaran yang bisa diambil dari perseteruan hati kita kemarin, bahwa aku harus terus berusaha menjadi lebih baik lagi. Setidaknya bukan demi siapa pun kecuali aku dan allah, sekali lagi aku tidak akan menumbuhkan suatu niat untuk menjadi awan yang sombong.

Maafkanlah  aku andaikata seiring waktu sering mengeluarkan perumpamaan, semua hal yang membuat kalian bingung dan percayalah bahwa semua bukan kehendakku. Kini aku yang duduk di samping mu tidak lagi merasakan hal seperti tiga tahun silam, mereka masih menjadi bagian dari kita dan mereka itu orang-orang yang bersaksi atas apa-apa yang sudah kulakukan kepadamu.

Aku hanya berfikir apa yang akan kau rasakan jika aku berada di atas panggung itu, bersama orang yang tidak kau kenal dengan tidak pedulinya aku tersenyum padamu. Entahlah semua ada padamu dan aku tidak punya hak selagi aku belum punya kuasa, sebelum aku memiliki surga di tanganku sendiri. Aku ragu dengan rasa yang kau miliki saat ini.

Pada akhirnya segala hal yang indah harus aku tinggalkan di belakang, demi mentelaah teks yang tersimpan di tiap kejadian dahulu dan sekarang. Berdirilah pada kaki sendiri, yakinkan hati pada suatu hari nanti kita mampu menjawab soal-soal kehidupan, tetap ingatlah tentang mobil-mobil atau motor yang melintas pada jalan raya. Bermakna bahwa hidup tidak pernah statis.

selamat jalan..

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Copyright (c) 2010 Antara Kita. Blogger Templates by Bloggermint
Distributed by: best blogger template of 2011free blog template 01 - photo folio | best vpn windows 8 best vpn hide ip