Menantimu seperti luka yang menganga itu menyakitkanTerkadang aku merasa lelah untuk harus bersabar
Sebab terlalu lama aku menangisi ketiadaan ini
Kerap berlari hingga tiada aku mengenal arah dan juga makna
Aku ingat bagaimana dahulu kau menyentuh wajahku
Mengajarkan aku bahasa-bahasa keberanian
Juga bagaimana caranya untuk memandang dunia
Lalu kau berikan aku keyakinan akan suatu harapan
apakah kau ingat bagaimana saat aku menangis?
air mata yang selalu berakhir di pangkuanmu, teduh..
apakah kau masih ingat saat aku tertawa padamu?
bukan hanya diam yang kini kau miliki sebagai jawaban mimpi
kini..
aku ingin menangis saat engkau membanggakan aku
dan aku ingin menanyakan banyak hal di dalam pelukmu
apa saja asal aku tidak lagi selalu merasa kesepian
apa saja asal kau mau kembali menemani aku yang takut
Ayah..
mendekat dan tataplah nanar mata ku dan jangan pergi
hantar aku pulang kembali kepada hari-hari itu...
dimana kita masih memiliki semua mimpi-mimpi
aku hanya ingin menjalani sisa waktu ku dengan bahagia
seperti pada waktunya...
Jogjakarta 05042015





0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.