Meraba Kata

Rasanya lapang itu tiada bertepi dan hati memiliki batas yang tak terjamah. Aku lelah menempuh diam itu dalam kengerian, berusaha meraba-raba arah khiblatku. Sudah pasti aku bukanlah guru yang dapat menggurui siapa pun, atau sang penilai yang dapat menilai dengan segala kuasanya. hahh, kita ini sama saja kawan, manusia yang selalu memiliki kesalahan dosa-dosa. Yang ku tahu aku hanya bisa menjalani segalanya denga keyakinanku, menunggu waktu membawa jawabannya.

Dari kelapangan yang tiada bertepi mengapa enggan kita menghadapkan wajah-wajah kita?. Aku, kamu dan mereka masing-masing memiliki cara untuk bersembunyi. Namun di sini kasih sayang turun menjelma beragam rupa, sehingga adakah kedewasaan dapat menjaga singahsana kebijaksanaan yang agung?. Begitu sesaknya aku menyelami hati ini ya allah.. "Cinta hanya akan bisa berlabuh setelah melewati idiologi yang berwarna-warni" seprti kata mereka. Maka kuatkanlah iman kami dalam menjalani perbedaan ini ya rabb. Tetapkan kami di jalan yang benar. Sekali lagi, aku hanya akan berdiam dan meraba kata. Khiblatku..


Jogjakarta 01042015

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Copyright (c) 2010 Antara Kita. Blogger Templates by Bloggermint
Distributed by: best blogger template of 2011free blog template 01 - photo folio | best vpn windows 8 best vpn hide ip