Jangan kau membaca tulisanku bila muram belum sirna dari hatimu, silahkan kau tertawa sesuka dan anggap ini hanya sebuah banyolan yang konyol. Beberapa hari ini aku kerap memikirkanmu tapi entah karena apa semua tentang dirimu terasa semakin berarti, terlebih apabila kusandingkan dengan wanita yang pernah aku harapkan kehadirannya di sisiku. Di saat kita berpisah ku taburi rasa terimakasih akan gelak tawa juga tangis miris yang pernah ku rasa, kita sama dalam suatu kali bagiku untuk terlalu cepat mencinta dan takut kehilanganmu. Kau pun tergesa-gesa pergi dan melupakanku. Sayang sekali sekarang arti dirimu sudah tidak lagi bersamaku di jalan ini, padahal inilah cerita cerita yang telah kujanjikan.
Ku tahu kita sudah lama berpisah namun aku tetap ingin menjadi mata hari untukmu, betapapun hitam kini tubuhmu kau tetap cahaya cerita abadi. Demi malam yang bersahabat bukan hanya sekali kurasa hampa, sering juga kulihat potongan-potongan wajah kedua orang tuaku. Sebelum tidur selalu kubayangkan bahagianya diriku di masa kecil yang lalu, dahulu aku selalu tidak terima saat bapak ibu marah dan memukuliku. Lambat laun sekarang kusadari mereka tidak bisa mendampingiku dengan sempurna, aku tidak bisa melihat dan menikmati sisa-sisa hidup mereka. ya allah aku belum siap untuk itu.
Berkali-kali kudustai karunia allah dalam hal cinta dan kasih sayang, berawal dari kekecewaan pertama ku kenal dosa hanya untuk melupakan luka. aku menjadi ketergantungan pada hangat sang alkohol yang berikan setitik ketenangan namun pelosokan diri semakin dalam ke lembah hitam, rasa pahit sepahit hati dingin merasa muak melihat dunia beserta kenyataan yang membuat kita selalu menutup mata hati. Sesungguhnya kau juga tahu akan segala hal kebodohanku.
Pagi menjelang sebelum kuliah tiba-tiba mata ini meneteskan beberapa tetes air mata, aku meraba dinding kamar mencari ketenangan dalam pekatnya arti kehilangan dirimu. Di luar kesadaran aku merasa ada bagian yang hilang setelah aku terbiasa berbagi dari hati, jiwa lemah ini memanggil keras tuhannya dan menanyakan kepergian siapa gerangan yang membuat koyak ketegaran jiwa. Aku segera bangkit bergegas mengusap wajah dengan air wudhu, di jam 05.30 pagi ku pungut hati terserak kemudian kuserahkan pada allah supaya diperbaiki-Nya hatiku yang rusak.
Karena tangis aku terlalu bersemangat takut untuk kembali terlelap kembali, aku tak sempat memikirkan semua pelajaran di dalam kelas pelajaran. Semangat semu memborbardir hati dan di setiap inci langkah kaki berkali terucap diam agar ku melupakan kejadian semalam. Betapa tidak semua orang yang mengenalkanku akan kelembutan telah pergi dariku, disaat niat mulia kutanam seakan tuhan merusak bibitnya. Murkaku menjadi setan sunguh tak pantas dilakukan, aku sangat menyesal kala itu.
Percaya atau tidak dalam hatiku juga bertanya mengapa atas rasa yang tumbuh dan ku ingat dahulu kau berlaku lembut padaku, selalu ka merayuku untuk aku datang mengobati hatimu yang terluka di seberang pulau sana. Namun pada akhirnya aku tak bisa bertindak. Sekarang akan percuma kalau aku bertanya padamu apakah kau masih ingat semua ini atau bertaya kapan kau akan kembali lagi, percuma jika kusesali segala hal yang terjadi sebab semua hanya nafsuku untuk memilikimu. Biarkanlah aku menjadi setegar namaku, seperti yang pernah kau katakan padaku dahulu. Lagi pula siapa aku, berani-beraninya masuk ke dalam hidupmu??? hahhh.. sudah sudahlah, mengharapkan agar ku bisa memilikimu hanya akan membuang waktu !!
Sekali lagi ku katakan bahwa lewat tanganmu kasih-Nya kurasa, terimakasih atas kekecewaan terakhirku yang kau ciptakan ini. Kekecewaan terhadap bodohnya hati manusia. Ketidak sadaran bahwa cinta tak harus memiliki. Meski pada awalnya dingin hati meretak batas kesadaran. Seharian ini tak ada warna kurasa hanya sekedar kuliah saja dan aku bosan kembali pada keadaan yang sama. kuresapi belaian angin menusuk ragaku sejak Kau duduk kembali pada ruang yang sama, ruang yang dahulu membuat aku buta akan indahnya kehidupan. Kau merayu aku untuk setubuhi malam hitam. Indah sesaat berganti sesak mengakar di raga, ku sadari rasaku tak pernah merusak seperti ini. Ku ingin membuang dirimu kemudian melaju kencang di kecepatan 120km/jam !!
Sesudah santap makan ku lihat malam ini segenap bulan tiada benderang sedikitpun, sedangkan rangkaian kata telah mati dicekik ketakutan. Tanpa rasa kau malah sediakan ruang senyap menyedihkan, membuat aku meronta mendera dalam kesalahan yang begitu hening menyiksa. Kau ingatkan aku pada dosa-dosa panasku, sehingga membuat aku bersandar pada dinding-dinding neraka dahulu. Malam terus berganti dengan cepat, sedih dan bahagia hanya sesaat. Di tengah kebimbangan kau Ababil datang menyerang rasa kufurku.
Senin 10 oktober 2011 aku sedang sibuk di warnet hingga lupa solat, ku akui pada saat itu aku sedang meragukan kejadian yang menimpaku. Padahal malam sebelumnya aku sudah menanggalkan nilai-nilai kebebasan butaku, dengan bangga tanpa ragu aku hijrah ke idiologi Punk muslim. Duduk manis dan klik sana sini higga halaman mozilla jatuh pada kalimat-kalimat menyentuh nurani, pengarang itu telah menguatkan pendapat dan sikap rapuhku. "Bukan cinta jika kau tak mau belajar mengerti, bukan cinta jika kau tak mau memaafkan dan bukan cita bila opini dimulai dengan buruk sangka. bukan lah cinta bila hati tak dapat menghargai kepercayaan" begitulah kiranya bunyi kalimat tersebut. Berawal dari niat hanya sekedar membersihkan kotoran di Facebook aku menemukan semangat baru, akan terasa menggelitik kalau kuanggap hidayah allah turun lewat jaringan internet.
Dalam kata itu menerangkan bahwa cinta tidak seperti halnya di layar kaca, novel atau pun seperti film "ada apa dengan cinta?" ada beberapa yang sejalan dengan lagunya marjinal bahwa yang bodoh hanya lakonnya. Bukanlah rasa cinta itu! hahahaha.. karena lagu ini aku berkeingian ingin merasakan cintanya para mujahid, dimana sang istri yang mengenakan cadar rela melepas suaminya pergi berjihad. Dengan rasa kepasrahan sang istri berdoa agar allah selalu menyertai sang suami dalam setiap kilatan pedang. Kekuatan cinta seperti sang kekasih ini lah yang lebih kuat dari pada mesiu para zionis, dengan menawannya cinta itu mampu mengalahkan tarian peluru di medan pertempuran. Cinta cinta dan cinta.. Allahu akbar !!
Kembali pada kenyataan. Setumpuk nama yang selalu ku ucapkan dihadapan-Nya tak penah sama sekali diterima bahkan tidak dikabulkan.. apa bila mungkin ada takut allah untuk ku membagi hati kepada orang lain dan berbuat dosa, jiwa ini akan selalu ikhlas menerima segala takdir yang berlaku. Maka seketika dalam sujudku aku berdoa pada-Nya "ampunilah dosanya ya allah, dosa yang tidak sengaja ia perbuat.. lindungi setiap langkahnya dengan kasih sayangmu ya tuhanku, lindungi selayak engkau selalu melindungi cintaku untukmu. berilah kesabaran dan selalu bukakan hati hamba untuk menerima cahayamu. amin.."
Seusai menuaikan solat aku berdiri di depan kaca dan ditemani sebatang rokok, aku mulai bicara kembali dengan lebih dalam. Ku ingat lagi salahku dan ku ingat butiran kalimatullah yang menetes kala hamba merasa kehilangan, dari hati yang berkabut hamba ingin keluar dari keadaan ini. Biarlah entah siapa menganggap aku hanya menjadikan solat sebagai pelarian sekalipun, aku akan tetap berlari dan tidak perduli.
Di teras depan rumahku aku diam untuk ke sekian kali menyadari bahwasanya selalu allah lah yang mampu mendengarkanku lebih tulus, Dia menerima kekuranganku tanpa mencabut nikmat dan mengharap kesempurnaan dariku. selama ini aku buta akan Keesaan-Nya yang selalu hadir di dalam susah senangku. Setelah kegalauan ini membuat aku meratap sejenak aku akan jalan terus sayang. Rasa yang kumiliki belumlah tumbuh meyakinkan, aku masih memerlukan ribuan kata sabar atau mungkin aku masih membutuhkan keikhlasan setinggi gunung berapi. Namun percayalah telah ku titipkan namamu pada kebesaran allah, menanti agar dirimu terbangun dari mimpi-mimpi.
Tercitralah akan kesederhanaan kasih sayang-Nya lewat cerita kita. Cobalah di suatu hari Nanti kau bersedia membaca kembali semua cerita kita. Di bawah nama allah.. tertulis cerita antara aku kau dan mereka. Sudah terlanjur kutuangkan segala cinta di atas sajadah tempat aku bersujud. Ingat! janjiku padamu hanya satu yaitu: menjadi mentari bebas roaming hehehe..:D ingatlah dimana waktu mengukir sejarah dan siapkan diri kita untuk menunggu takdir berikutnya. Sungguh sekarang aku bahagia setelah sempat bersamamu, bahagia karena aku dapat singkirkan nafsuku untuk memilikimu. :)
Detik ini pengharapan pun telah terbang kepada sang maha agung, mengabdi kepada ibu dengan setulus hati tanpa menghiraukan bapakku. Doa harapku sekarang cuma satu, apa bila wktu itu telah tiba padaku.. Biarkan aku bertaubat mati di bawah kaki-kaki langit milik allah. Air mata ini tak akan pernah ku siakan bahkan kini aku telah mengerti suatu hal. Selamat berjumpa di kehidupan selanjutnya, mungkin setelah aku dari neraka nanti.
Hal-hal yang terlewati terbayar impas dengan kesadaran akan siapa diriku, dan aku tidak akan menjadikan dirimu sebagai musuhku. Meski ku tahu kau diamkan aku karena alasan yang tak bisa kau jelaskan, semoga arti hadirku tidak berpengaruh apa-apa di hidupmu sana. Melihat rumahku berserak berantakan aku kembali geram pada siapa saja yang ada di rumah, seperti biasanya aku kembali meneruskan hidupku yang dahulu jauh sebelum kita berjumpa. Terimakasih allah kau berikan kembali hatiku seperti dahulu.
Inilah kisah antara aku kau dan mereka, dan sajadah yang mengerti akan ketulusan siratan makna dalam kejadian di tiap langkah kita. Menangisi sesuatu yang kita inginkan hanyalah akan membuang kesempatan dari allah untuk memperbaiki diri sendiri, cukup allah yang mengerti apa yang terbaik buat ciptaannya seperti kita ini. Berbahagialah kalian yang memiliki cinta sejati, cinta yang tidak memaksa juga membalut hati dengan retorika politik. Menangislah di hadapan allah dan bangkitlah dengan nama allah, selalu berusahalah semampumu untuk lebih baik dari hari kemarin. sadarilah sayang, hanya allah cinta kita.
.......................................................................................................................................................
Sampai jumpa.





